:

Khofifah Perkuat Komitmen Hijau, Luas Mangrove Jatim Kini Terbesar di Pulau Jawa

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

TUBAN I MaduraNetwork.id - Deretan bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu, 29 Juli 2026. Namun bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kegiatan itu bukan sekadar seremoni tahunan memperingati Hari Mangrove Sedunia. Penanaman tersebut menjadi penanda konsistensi daerah dalam memperluas kawasan mangrove yang kini menjadi yang terluas di Pulau Jawa.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Tuban. Dalam rangkaian kegiatan, Khofifah meresmikan Wisata Alam Pantai Panduri, melepasliarkan burung air, menanam mangrove jenis cemara udang dan pandan laut, serta menyerahkan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove.

 

Festival tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat pesisir, hingga pelaku usaha untuk menegaskan kembali pentingnya ekosistem mangrove di tengah ancaman perubahan iklim dan abrasi pantai.

 

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih, memberikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kawasan pesisir.

 

Menurut Dyah, keberadaan mangrove memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, tetapi juga sebagai penyangga kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.

 

Senada dengan itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana, menyebut Festival Mangrove sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat upaya pelestarian mangrove di Indonesia.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Tuban, penunjukan daerahnya sebagai tuan rumah festival menjadi kesempatan memperkenalkan potensi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap fungsi ekologis mangrove.

 


Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mempercayakan Tuban sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Mangrove ke-10. Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperluas edukasi masyarakat mengenai manfaat hutan mangrove bagi lingkungan maupun kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

 

Komitmen Jawa Timur terhadap rehabilitasi mangrove juga tercermin dari capaian luasan kawasan yang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

 

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 3438 Tahun 2025 tentang Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025.

 

Artinya, dalam kurun empat tahun terakhir, kawasan mangrove di provinsi itu bertambah sekitar 3.846 hektare. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur kini menyumbang sekitar 47,85 persen dari total luasan mangrove di Pulau Jawa, menjadikannya provinsi dengan kawasan mangrove terluas di pulau tersebut.

 

Festival Mangrove Jawa Timur sendiri telah menjadi agenda tahunan yang berpindah dari satu daerah pesisir ke daerah lainnya. Sebelum digelar di Tuban, festival pernah diselenggarakan di Kabupaten Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Trenggalek, Kota Surabaya, Sumenep, Kota Probolinggo, Bangkalan, hingga Pacitan.

 

Selain kegiatan konservasi, festival tahun ini juga diisi dengan penyerahan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jatim kepada Pemerintah Kabupaten Tuban berupa pembangunan fasilitas umum lapangan futsal dan lapangan mini softball. Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan peragaan busana batik mangrove dan penampilan gitar akustik musisi Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank.

 

Di tengah meningkatnya ancaman abrasi, kenaikan muka air laut, dan perubahan iklim, perluasan kawasan mangrove menjadi lebih dari sekadar agenda penghijauan. Bagi Jawa Timur, hutan mangrove kini diposisikan sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir sekaligus investasi ekologis yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *